“Terwujudnya pembaruan sistem desa untuk Desa Separi yang berkembang, mandiri, dan sejahtera.”
Mengenal Desa Separi lebih dekat
Sejarah, arah pembangunan, kondisi wilayah, dan identitas Desa Separi.
Memberikan pelayanan optimal berbasiskan digital.
Melayani secara terukur dan membangun desa dari tahapan perencanaan yang aspiratif.
Mewujudkan pengembangan sumber ekonomi kreatif di perdesaan.
Mengupayakan pembangunan ekowisata melalui pemeliharaan dan peningkatan tujuan wisata alam.
Merevitalisasi segala bentuk usaha ekonomi yang menghasilkan pendapatan asli desa.
Menyediakan dan memfasilitasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Memberikan penyuluhan dasar hukum di desa.
Memberikan bantuan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa dari berbagai sumber pendanaan.
Dari tepian Mahakam, tumbuh menjadi desa yang mandiri
Desa Separi merupakan salah satu dari 18 desa di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Desa ini terletak di tepi Sungai Mahakam, sekitar 12 kilometer dari pusat kecamatan. Nama Separi berasal dari nama seorang tokoh atau kepala adat yang dihormati masyarakat pada masa lampau. Masyarakat yang bermukim di wilayah Sungai Entapi dan Sungai Separi kemudian sepakat membentuk satu kampung yang diberi nama Kampung Separi. Keberadaannya diperkirakan telah dimulai sejak sekitar tahun 1600-an dan secara administratif terbentuk pada tahun 1912 pada masa Kesultanan Kutai. Penduduk awalnya merupakan Suku Pantun, sub-suku Kutai. Program transmigrasi pada 1981–1983 turut mendorong pertumbuhan wilayah, sementara waduk yang dibangun pada 1971 menjadi penunjang pertanian dan perikanan. Hingga kini, Separi terus berkembang dengan menjaga sejarah, budaya, dan kekayaan alamnya.

Wilayah Desa Separi
Desa di Kecamatan Tenggarong Seberang dengan luas 760 km² dan kedekatan erat dengan Sungai Mahakam.
Titik penting di Desa Separi
Kantor pelayanan, pendidikan, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, dan fasilitas publik.
Struktur Pemerintah Desa Separi

